Baru kemaren saya dijalan berfikir ada gak ya yang mau ngembangin tehnologi berbasis telepati.. huh ternyata amerika dah punya tehnologi itu. Teknologi telepati yang dikembangkan oleh DARPA Defence Advanced Research Projects Agency, diberi nama dengan Silent Talk. Teknologi ini memungkinkan komunikasi antar user dalam medan perang tanpa menggunakan pengucapan/teriakan/suara.
Berbeda dengan teknologi indera keenam yang dikembangakan oleh Pranav Mistry, tujuan dari teknologi silent talk ini adalah untuk mendeteksi "pre-speech", kata spesifik yang berbentuk sinyal neural yang keluar ke otak, lalu dianalisis dan dikirimkan. DARPA berusaha memetakan pola kata-kata yang dikeluarkan oleh tiap individu dengan karakteristik yang sama. Kemudian pola tersebut di decode dan di broadcast ke seluruh tim di lapangan.
Proyek ini adalah hasil tindak lanjut proyek “wireless transmission of decoded thoughts”. Yang sering disebut dengan Synthetic telepathy, sebagai bagian dari neuroscience dan signal processing yang telah memperoleh pengharagaan dari the US Army Research Office.
Tujuannya adalah menciptakan teknologi sebagai sebuah system yang memungkinkan tentara memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengintepretasikan pikiran berdasarkan perkataan dan perintah. Teknologi ini mampu menerjemahkan pikiran lalu ditransmisikan dengan media wireless.
Layaknya sebuah system, penggunaan teknologi ini memerlukan pelatihan yang intensif untuk slaing mengirim dan menerima pesan. Namun demikian kemampuan manusia masih terbatas pada kata-kata yang dikenali system, tapi dalam pengembangannya akan ditingkatkan menggunakan kalimat maupun bahasa-bahasa yang komplek.Disisi lain teknologi ini akan digunakan untuk pengembangan penelitian di bidang psikologi dalam rangka mengenali karakteristis seseorang atau mengukur tingkat depresi dan lain-lain.
Tentunya sobat semua tidak akan heran lagi dengan informasi seperti ini. Penelitian militer AS memang sangat bersaing dengan penelitian swastanya. Kita tentunya ingat sejarah pertama kali munculnya internet adalah hasil temuan ARPAA untuk kepentingan militer AS dalam rangka pemafaatan untuk teknologi komunikasi perang.
Mudah-mudahan perkembangan teknologi seperti ini bisa ditiru dan sebagai cermin bagi teknologi perang TNI dan POLRI, tentunya diikuti dengan kualitas SDM dan dukungan dana yang memadai. Paling tidak kita sebagai rakyat ingin melihat ada upaya mengurangi pelecehan Armada Perang Indonesia yang dikatakan belum perang sudah hancur dengan sendirinya.
Bravo TNI POLRI dan Bravo Blogger tentunya!! Heheheh..






english
indonesian